Batasi Penggunaan Media Sosial untuk Jaga Kesehatan Mental

Senin, Maret 12, 2018 pada , | Beri komentar
Batasi Penggunaan Media Sosial untuk Jaga Kesehatan Mental

Media sosial sebagai wadah komunikasi sekarang ini memegang peranan penting dalam membentuk karakter seseorang. Pasalnya ketika seseorang memainkan media sosial dengan begitu sering hal itu bisa saja membentuk karakter yang tidak baik.

Kehadiran media sosial ternyata membuat banyak orang tidak bahagia. Itu sebabnya para ahli menyarankan kita untuk membatasi penggunaannya.

Semakin jarang kita membuka media sosial, ternyata tingkat kesejahteraan mental akan meningkat.

Salah satu bukti adalah hasil studi perilaku manusia yang dilakukan tim peneliti di Universitas New York dan Universitas Stanford.

Diketahui, menonaktifkan akun Facebook selama empat minggu dapat meningkatkan kesehatan mental.

Riset dilakukan menjelang pemilihan umum paruh waktu 2018 di AS dan melibatkan 2.844 orang yang menggunakan Facebook selama lebih dari 15 menit setiap hari.

Dengan menonaktifkan media sosial, kita bisa mengalihkan waktu untuk lebih banyak beraktivitas di dunia nyata, seperti bersosialisasi dengan keluarga dan teman.

Sayangnya, menurut studi itu menonaktifkan Facebook juga menyebabkan peserta kurang mendapat informasi tentang peristiwa terkini.

"Penonaktfian ini membuat orang menghargai dampak positif dan negatif Facebook pada kehidupan mereka," ucap peneliti.

Media sosial saat ini menjadi salah satu rujukan informasi banyak orang. Namun, cermatlah menyaring informasi agar terhindar dari risiko gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

Para ahli belum menentukan berapa lama tepatnya seseorang boleh main media sosial dalam sehari.

Pasalnya, setiap orang memiliki kondisi psikologis dan reaksi emosional yang berbeda-beda terhadap isi media sosial.

Psikoterapis dari California School of Professional Psychology, Philip Cushman, menganjurkan supaya kita membatasi penggunaan media sosial setengah jam hingga satu jam per hari.

0 komentar:

Posting Komentar