Benarkah Sarapan Bantu Menurunkan Berat Badan

Senin, Mei 14, 2018 pada , | Beri komentar
Benarkah Sarapan Bantu Menurunkan Berat Badan

Sarapan merupakan hal yang penting guna memiliki tenaga untuk melewati hari.

Banyak informasi membingungkan seputar penurunan berat badan yang beredar di masyarakat. Seperti riset yang dipublikasikan di jurnal BMJ, misalnya. Riset tersebut memaparkan, rutinitas sarapan pagi sangat membantu untuk mendapatkan tubuh ideal.

Banyak juga yang percaya melewatkan sapan menyebabkan kenaikan berat badan.

Namun riset lain mengungkap fakta sebaliknya. Penelitian dari Monash University, Australia, menunjukan mereka yang rutin sarapan justru mengalami peningkatan asupan kalori harian.

Penelitian ini juga mengklaim bahwa melewatkan sarapan pagi tak selalu menyebabkan nafsu makan bertambah di siang harinya.

Padahal kebanyakan saran soal diet mengatakan, sarapat sangat membantu mengontrol berat badan. Lalu mana yang harus dipercaya?

Adapun riset Monash University dilakukan dengan menganalisis efek dari sarapan secara teratur terhadap perubahan berat badan dan asupan energi harian.

Hasilnya, total asupan energi harian, alias kalori yang diasup, lebih tinggi pada peserta yang mengonsumsi sarapan daripada peserta yang melewatkannya, yaitu rata-rata 260 kalori lebih banyak dalam sehari.

Hasil riset bahkan menunjukan peserta yang melewatkan sarapan rata-rata memiliki berat badan lebih ringan 0,44 kilogram.

Namun, efek sarapan terhadap berat badan tidak berbeda antara orang dengan berat badan normal dan mereka yang kelebihan berat badan.

Riset sebelumnya menyarankan para peserta agar tak melewatkan sarapan demi membantu menurunkan berat badan. Alasannya, pembakaran kalori yang efisien di pagi hari mencegah kita makan berlebihan nantinya.

Namun, periset tak menemukan perbedaan signifikan pada tingkat metabolisme peserta yang rutin sarapan dan yang kerap melewatkannya.

Selama ini banyak orang percaya sarapan membantu mencegah rasa lapar di sore hari. Namun, melewatkan sarapan ternyata tidak terkait dengan orang yang merasa lebih lapar di sore hari.

Menurut pemimpin riset, bukti yang tersedia tidak mendukung keyakinan bahwa rutinitas sarapan pada pola diet akan membantu menurunkan berat badan pada orang dewasa.

"Meskipun makan sarapan secara teratur memiliki efek penting, perlu berhati-hati ketika merekomendasikan sarapan untuk menurunkan berat badan pada orang dewasa, karena mungkin memiliki efek sebaliknya," ucap peneliti.

Lalu mana yang harus kita ikuti? Kembali lagi harus dipahami bahwa pola diet setiap orang bisa berbeda-beda. Bila sarapan membuatmu tidak makan berlebihan di siang dan sore hari, maka ikutilah metode ini, yakni rutinlah sarapan.

Namun bila tidak ada pengaruhnya, kamu mungkin bisa menunda sarapan lebih siang dan membatasi waktu makan untuk menurunkan berat badan seperti metode intermittent fasting atau diet puasa.

0 komentar:

Posting Komentar